topmetro.news, Medan – Genap setahun sejak peristiwa teror bom molotov yang menimpa rumah Ketua Umum Pengurus Pusat Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Independen (K. Sejati), Fatiwanolo Zega, S.H., kasus tersebut hingga kini belum juga menemui titik terang.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 25 April 2025, di kediaman pribadi korban yang berada di Jalan Rumah Potong Hewan, Lorong Purnawirawan, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Sumatera Utara. Saat itu, orang tak dikenal (OTK) melemparkan bom molotov ke arah rumah korban sebelum akhirnya melarikan diri.
Aksi tersebut sempat menimbulkan kepanikan warga sekitar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun peristiwa tersebut dinilai sebagai bentuk intimidasi terhadap aktivis buruh.
Memasuki Kamis, 30 April 2026, atau sehari menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), kasus teror ini kembali menjadi sorotan. Hingga kini, belum ada informasi resmi terkait penangkapan maupun pengungkapan pelaku oleh pihak berwajib.
Fatiwanolo Zega, Kamis (30/4/2026), menyampaikan bahwa lambannya penanganan kasus ini menimbulkan tanda tanya besar, terutama terkait komitmen penegakan hukum terhadap perlindungan aktivis buruh.
“Ini bukan hanya soal saya pribadi, tetapi menyangkut rasa aman bagi seluruh pekerja dan aktivis buruh dalam memperjuangkan hak hak buruh,” ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi teror tersebut, agar tidak menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat, khususnya menjelang momentum May Day.
Sejumlah kalangan buruh juga mendesak agar kasus ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Mereka menilai pengungkapan kasus tersebut penting untuk menjaga iklim demokrasi dan kebebasan berserikat di Indonesia.
Kasus teror bom molotov terhadap rumah pimpinan buruh ini menjadi pengingat bahwa perlindungan terhadap aktivis masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan oleh negara.
Penulis | sadam

